Minggu, 04 Juni 2017

Pasar Malam di Jakarta

Jakarta, kota besar yang memiliki beragam tempat-tempat menarik untuk melepas penat dan stres setelah menjalani pekerjaan berat. Tempat-tempat seperti pusat perbelanjaan, taman-taman maupun lokasi wisata pun menjadi tujuan mereka saat akhir pekan.
Namun, pernahkah anda menghabiskan akhir pekan anda dengan mengunjungi pasar malam?
Pasar malam--baik di kota maupun desa--biasanya sering dijumpai ketika sore hari saat baru buka, hingga menjelang larut malam. Pasar ini biasanya digelar di lapangan dekat pemukiman warga atau di jalanan umum (bahkan ada yang harus menutup jalan). Untuk lokasinya, pasar malam biasanya bersifat nomaden. Namun ternyata, ada pasar malam yang lokasinya memang sudah ditentukan, sehingga apabila diadakan, pengunjung akan mudah mengingat lokasi pasar malam tersebut karena sudah menetap.
Seperti tiga tempat yang kami sambangi: sisi utara Kota Tua, sekitaran Masjid Akbar Kemayoran, dan Kayu Putih. Ketiganya memiliki pasar malam yang tak sepi pengunjung, termasuk pada bulan Ramadhan ini.
Tempat pertama yang menjadi tujuan kami adalah pasar malam di kawasan Kota Tua Jakarta--tepatnya di dekat halte Transjakarta Museum Fatahillah, barang-barang yang dijual disini sebagian besar adalah pakaian-pakaian dan kalau sudah lapar setelah belanja, kalian tak perlu khawatir karena disini juga banyak pedagang makanan yang menjual makanan yang sangat lezat.
Selanjutnya, kita beranjak ke daerah Kemayoran, Jakarta Pusat. Di daerah ini, ada juga pasar malam yang tak kalah dari pasar malam di Kota Tua tadi. Barang-barang yang dijual di pasar malam Kemayoran ini tidak jauh berbeda dengan yang di kota tua, namun disini buat pemirsa yang memibawa anak-anak bisa tenang belanja, tak perlu takut terganggu karena si kecil bisa diajak ke wahana permainan yang ada di pasar malam kemayoran ini… Bagaimana, keren kan?
Terakhir, kita beranjak ke daerah Jakarta Timur. Tepatnya, di daerah Kayu Putih dan Pulomas. disini juga terdapat pasar malam, namun tidak seperti di Kota Tua dan Kemayoran Pasar malam ini hanya ada setiap seminggu sekali, yaitu di hari Kamis. Barang-barang yang dijual disini lebih bervariatif, antara lain ada pakaian-pakaian, peralatan rumah tangga, hingga buah-buahan juga dijual disini. Anak-anak juga bisa happy banget ke pasar malam ini karena disini juga ada jajanan es krim yang enak banget dan wahana permaian anak-anak yang seru banget.

Sekarang, sudah tahu kan kalau ada bebearapa pasar malam yang keren-keren di Jakarta yang bisa kalian kunjungi. Oh ya, soal harga, kalian jangan takut karena disana murah-murah banget dan kualitasnya juga tak kalah sama yang biasa dijual di toko-toko… Singkatnya, “harga kaki lima kualitas bintang lima”.
***
Pasar Malam Kota Tua
Tempat pertama yang menjadi tujuan kami adalah pasar malam di kawasan Kota Tua Jakarta Barat. Barang-barang yang dijual disini sebagian besar adalah pakaian-pakaian. Kalau sudah lapar setelah belanja, tak perlu khawatir karena disini juga banyak pedagang makanan yang menjual makanan yang sangat lezat. Namun, kalian harus hati-hati saat berjalan menyusuri pasar malam ini karena jalan tersebut berbagi dengan jalur bus Transjakarta, karena tak jauh dari situ ada halte busway Museum Fatahillah. Sebab, busway tersebut kadang akan datang untuk menjangkau halte itu.
Pasar Malam Kemayoran
Selanjutnya, kita beranjak ke daerah Kemayoran, Jakarta Pusat. Di daerah ini, ada juga pasar malam yang tak kalah dari pasar malam di Kota Tua tadi. Barang2 yang dijual di pasar malam Kemayoran ini tidak jauh berbeda dengan yang di kota tua, namun disini buat pemirsa yang membawa anak-anak bisa tenang belanjanya, jadi tak perlu takut terganggu karena si kecil bisa diajak ke wahana permainan yang ada di pasar malam Kemayoran ini… Bagaimana, keren kan?
Pasar Malam Kayu Putih-Pulomas
Terakhir, kita beranjak ke daerah Jakarta Timur. Tepatnya di daerah Kayu Putih dan Pulomas. Disini juga terdapat pasar malam, namun tidak seperti di Kota Tua dan Kemayoran, pasar malam ini hanya ada seminggu sekali, yakni hari Kamis. Barang-barang yang dijual disini lebih bervariatif, seperti pakian, peralatan rumah tangga, hingga buah-buahan juga dijual disini. Selain itu, anak-anak juga bisa happy ke pasar malam ini karena ada juga jajanan es krim yang enak banget serta wahana permaian anak-anak yang seru banget! (*)

Sabtu, 10 Desember 2016

Timnas Garuda Lolos ke Final

HANOI—Tim nasional Indonesia memastikan tempat di final Piala AFF 2016 usai mempertahankan skor imbang 2-2 melawan Vietnam pada leg kedua semifinal yang digelar di Stadion My Dinh, Hanoi, Vietnam, Rabu (7/12) malam. Indonesia lolos dengan kemenangan agregat 4-3.
Banyaknya peluang yang terjadi di babak pertama membuat skor menjadi 0-0. Di babak kedua, Indonesia mulai memecah kebuntuan. Gol pertama dicetak oleh Stefano Lilipaly pada menit ke-54 setelah menyambar bola dari umpan silang Boaz Solossa yang gagal di halau bek Vietnam Tran Dinh Dong dan kiper Tran Nguyen Manh. Timnas Garuda—julukan Indonesia—mendapat keuntungan setelah kiper Tran Nguyen Manh diusir wasit pada menit ke-76 setelah menendang gelandang Bayu Pradana saat kemelut terjadi di kotak penalti.
Meski bermain dengan 10 pemain, Vietnam mampu menyamakan kedudukan menjadi 1-1 melalui sepakan keras  Vu Van Tanh yang berawal dari tendangan bebas pada menit ke-82. Memasuki menit ke-90, tim Bintang Emas—julukan Vietnam—berbalik unggul 2-1 setelah Vu Minh Tuan sempat memperdaya dua pemain Indonesia sebelum menjebol gawang Kurnia Meiga. Babak kedua berakhir dan skor agregat 3-3 membuat pertandingan dilanjutkan melalui babak extra time.
Pada babak pertama extra time, Indonesia mendapat kesempatan untuk menyamakan kedudukan setelah Ferdinan Sinaga dilanggar kiper pengganti Vietnam, Que Ngoc Hai pada menit ke-96. Manahati Lestusen yang menjadi eksekutor penalti berhasil melaksanakan tugasnya. Skor 2-2 bertahan hingga babak pertama extra time usai. Di babak kedua extra time, Vietnam terus menekan pertahanan Indonesia. Meski demikian, tak ada gol tercipta dan Indonesia mampu mempertahankan skor imbang 2-2 hingga akhir babak extra time.

Indonesia otomatis lolos ke final dengan agregat 4-3. Sebelumnya pada leg pertama, Indonesia mengalahkan Vietnam dengan skor 2-1 di Stadion Pakansari, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (3/12). Kini, Indonesia akan menunggu lawannya di final antara Thailand dan Myanmar yang akan melangsungkan leg kedua pada Kamis (8/12) mendatang di Bangkok, Thailand. (*)

Untuk keperluan tugas.

Senin, 07 November 2016

Mereka yang Peduli Kebersihan di Tengah Demo

   Ada pemandangan yang tidak biasa dalam unjuk rasa kasus penistaan agama Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahja Purnama, Jumat (4/11) lalu. Tidak hanya para pendemo yang memenuhi jalanan ibukota yang ramai dan penuh sesak, ada beberapa orang yang peduli dengan lingkungan sekitar berinisiatif membantu kerja para petugas kebersihan dengan mengumpulkan sampah-sampah yang bertebaran di sepanjang jalan.
   Seperti yang dilakukan Yuli. Wanita paruh baya tersebut berjalan di antara para pendemo yang melakukan long march dari Masjid Istiqlal menuju Istana Negara, sambil memunguti sampah. Sampah-sampah tersebut dimasukkannya ke dalam kantung plastik (trash bag). Ia tampak bersemangat memunguti sampah-sampah tersebut sehingga membuat demonstran yang melihat aksi wanita itu ikut membantu mengumpulkannya.
  Menurut Yuli, aksi yang dilakukannya seorang diri tersebut bertujuan untuk menyadarkan masyarakat, terutama pendemo agar tidak hanya berdemo menyuarakan pendapat saja, namun juga peduli terhadap lingkungan sekitar tempat mereka berdemo. “Yang seperti ini harusnya bisa dicontoh,” ucapnya.
    Tidak hanya Yuli, sejumlah santri asal Bogor, Jawa Barat, juga melakukan hal yang sama. Mereka memunguti sampah-sampah yang dibuang para pendemo di sepanjang jalan yang dilalui pendemo. Aksi yang dinamai ‘Demo Bersih’ ini dilakukan dengan didasari ajaran Islam tentang kebersihan.
   “Kami bersama teman-teman sangat peduli dengan kebesaran dan kemuliaan Islam, jadi kami berkumpul dan bergerak bersama untuk menjaga kebersihan Jakarta pada demo ini,” ujar Achmad, koordinator aksi tersebut. Kelompok ini akan terus membersihkan sampah-sampah sepanjang demo berlangsung. Dengan begitu, kata Achmad, aksi tersebut tetap meninggalkan kesan baik bagi pendemo.

     Aksi bersih-bersih sampah ini tentu sangat menginspirasi para pendemo untuk tergerak melakukan kegiatan yang positif ini. Selain untuk meringankan beban para petugas kebersihan, aksi tersebut membuat Kota Jakarta kembali bersih pasca demo. (*)

Untuk keperluan tugas.

Rabu, 26 Oktober 2016

Pilkada DKI Jakarta 2017: Pengundian Nomor Urut Paslon Gubernur Telah Dilangsungkan

JAKARTA – Rapat pleno pengundian nomor urut pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022 telah berlangsung di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, kemarin (25/10) malam.
      Hasil dari pengundian tersebut, pasangan Basuki Tjahja Purnama-Djarot Saiful Hidayat (BADJA) mendapat nomor urut 2, pasangan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni (ASLI) mendapat nomor urut 1, dan pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno (Anies-Sandi) mendapat nomor urut 3.
       Acara yang sedianya dimulai pada pukul 19.00 WIB, baru dilaksanakan pada sekitar pukul 20.00 WIB setelah menunggu kedatangan pasangan Anies-Sandi ke lokasi rapat pleno. Acara tersebut diawali dengan sambutan dari Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) DKI Jakarta, Sumarno, dilanjutkan dengan pengambilan nomor urutan untuk mengambil nomor urut resmi.
     Massa simpatisan pendukung masing-masing pasangan calon, baik yang berada diluar maupun didalam gedung JIExpo tampak bersorak setelah para pasangan calon menunjukkan nomor urut yang akan dipergunakan mulai masa kampanye hingga pemilihan nanti pada 15 Februari 2017 mendatang.
   Massa yang berkumpul sejak sore kemarin memadati JIExpo Kemayoran, Jakarta. Untuk pengamanan sendiri, sebanyak 1400 personel disiagakan guna mengamankan acara tersebut.

   Sesuai jadwal, setelah pengundian nomor urut, ketiga pasangan calon tersebut akan mulai berkampanye pada 28 Oktober. (*)

Untuk keperluan tugas

Senin, 24 Oktober 2016

Normalisasi Kali Cakung Drain untuk Atasi Banjir

Jalan Inspeksi Cakung Drain saat normalisasi, Senin (24/10)
JAKARTA--Ada pemandangan yang tidak biasa pada Minggu (23/10) pagi. Beberapa alat berat mulai berjejer di sepanjang jalan, material-material proyek berupa beton jenis sheet pile tertata rapi, bahkan banyak diantaranya yang sudah dipasang rapi di sepanjang tepian.
     Ini merupakan proyek normalisasi Kali Cakung Drain yang berlokasi di Cilincing, Jakarta Utara. Proyek tersebut merupakan salah satu bagian dari proyek normalisasi kali di DKI Jakarta. Tujuannya, sudah pasti untuk mengatasi banjir, terutama di Jakarta Utara. Selain dilakukan pembuatan tepian dengan sheet pile, Jalan Inspeksi Cakung Drain--yang menghubungkan Cilincing dengan Cakung sebagai jalan tembus--akan diperlebar. Untuk itu, bangunan-bangunan liar yang berdiri di sepanjang bantaran kali dibongkar guna memperlebar jalan.
     Kali Cakung Drain, sebelum dilakukan normalisasi tersebut, kondisinya sangat memprihatinkan. Banyak sampah-sampah yang menumpuk dan bercampur dengan lumpur, sehingga membuat luas kali menjadi dangkal dan menyempit, bahkan sampai membentuk daratan utuh dari sisi kali hingga hampir bagian tengah kali. Selain itu, banyaknya bangunan liar yang berdiri di sekitar bantaran kali menambah kesan kumuh kali tersebut.
      Imbas dari pendangkalan kali tersebut, kapal nelayan yang setiap harinya melewati kali ini untuk menuju laut terhambat karena harus berbagi arus kapal nelayan satu dengan kapal nelayan lain. "Kalau malam tidak ada penerangan. Kalau tidak hati-hati, kapal bisa menabrak tumpukan sampah yang membentuk daratan," ujar salah seorang nelayan, Kasman (39), seperti dikutip beritajakarta.com, Rabu (5/8).
       Pantauan pada Senin (24/10) pagi, proyek tersebut saat ini masih berjalan. Tentu, diharapkan proyek tersebut selain dapat mengatasi banjir, Jalan Inspeksi Cakung yang selama ini penuh dengan bangunan liar di kedua sisi jalan tersebut, akan tampak cantik bila telah rampung. Semoga. (*)

Untuk keperluan tugas.

Kamis, 09 Juni 2016

Kebiri bagi Pelaku Kekerasan Seksual

   Kasus kekerasan seksual (perundungan) di Indonesia sudah mulai mengkhawatirkan. Anak-anak sebagai penerus generasi bangsa menjadi 'mangsa' orang-orang yang tidak bermoral. Pengaruh pornografi menjadi sebab dari munculnya tindakan kekerasan seksual, namun kurangnya pengawasan orang tua juga menjadi faktor yang menyebabkan anak menjadi korban. Akibatnya, korban tindakan tercela itu menanggung malu dan tidak dapat bersosialisasi, bahkan hingga menyebabkan kematian bila korban berusaha melawan saat dipaksa melayani nafsu sang pelaku.
    Pemerintah menganggap hal ini sudah sangat berbahaya, sehingga pemerintah membunyikan tanda darurat kekerasan seksual. Mereka juga sedang mencari solusi untuk menghapus angka kekerasan seksual di Indonesia, selain melakukan pemblokiran terhadap situs-situs pornografi, meningkatkan peran orang tua dalam melindungi anak. Solusi yang dikeluarkan adalah dengan menggulirkan hukuman kebiri kepada pelaku.
  Kebiri merupakan tindakan bedah dan atau menggunakan bahan kimia yang bertujuan untuk menghilangkan fungsi testis pada jantan atau fungsi ovarium pada betina. Banyak negara yang masih menjalankan hukuman jenis ini, seperti Ceko, Jerman, Moldova, Estonia, Argentina, Australia, Israel, Selandia Baru, Korea Selatan, Rusia, serta beberapa negara bagian di Amerika Serikat.
   Di Indonesia sendiri, hukuman kebiri tertuang dalam Perppu No. 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua UU No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, yang telah ditandatangani Presiden Joko Widodo. Dalam Perppu tersebut dijelaskan sanksi kebiri yang diberikan, yaitu kebiri secara kimia serta pemasangan alat deteksi elektronik yang bertujuan agar pergerakan pelaku bisa dideteksi setelah keluar dari penjara.
   Masyarakat sangat menyambut baik apa yang telah diputuskan Presiden. Karena dengan adanya Perppu tersebut, diharapkan kasus kekerasan seksual pada anak dapat teratasi, sehingga anak-anak kita dapat merajut masa depan yang lebih baik, dan tentu dapat menjadi harapan nusa dan bangsa.

Sabtu, 28 Mei 2016

EKSLUSIF: Seminar FIKOM Days 2016 Universitas Jayabaya

   FIKOM Days pada tahun ini mengadirkan tema Crayon Trophy (Creativity and Communication Through Cinematography). Kegiatan tahunan Senat Mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Jayabaya Jakarta ini berlangsung Rabu (18/5) dan Kamis (19/5). Kegiatan tersebut akan diisi berbagai acara, seperti seminar bertema Creative Entrepreneur yang akan menghadirkan pembicara Sandiaga Uno (Pengusaha dan Bakal Calon Gubernur Provinsi DKI Jakarta), Seminar Eagle Award Metro TV bertema Dibalik Dokumenter dengan pembicara Jastis Arimba, bazar, pentas seni, dan musik akustik. Selain itu, juga ada pemutaran film indie karya mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Jayabaya yang berjudul The Journal.
   Bagaimana keseruan kegiatan seminar tersebut? Simaklah laporan berikut ini.

Seminar I: "Dibalik Dokumenter" bersama Jastis Arimba
Pembantu Dekan III FIKOM Univ. Jayabaya, Mung Pujanarko,
bersama narasumber Jastis Arimba
  Pada seminar yang digelar Rabu (18/5), pembicara yang dihadirkan adalah pembuat film dokumenter Jastis Arimba. Dengan moderator Mung Pujanarko, SSos, MIKom (Pembantu Dekan III FIKOM Jayabaya), Jastis memaparkan bagaimana langkah-langkah membuat film dokumenter.
Jastis Arimba saat memberikan materi pembuatan
film dokumenter
     Jastis menjelaskan, ada tiga tahap dalam membuat dokumenter, yaitu tahap pra-produksi, tahap produksi, dan tahap pasca produksi. Tahap pra-produksi terdiri dari melakukan riset, membuat ide cerita, film statement, dan draft script, serta menentukan planning produksi. Setelah tahap pra-produksi telah dilakukan, masuk ke tahap produksi. Dalam film dokumenter, proses produksi tersebut hanya berupa pengambilan gambar dan wawancara. Setelah selesai, dilakukan proses pasca produksi, seperti loging, transcript, editing script dan video editing.
     Di akhir seminar, diputar juga sebuah film dokumenter karya Jastis Arimba yang berjudul Hikayat Takdir Tatung, yang mengisahkan tentang tradisi yang digelar setiap perayaan besar etnis tionghoa di Singkawang, Kalimantan Barat. Film tersebut mengandung beberapa unsur kekerasan sehingga tidak lulus sensor.






Seminar II: "Creative Entrepreneur" bersama Sandiaga Uno
Ketua Ikatan Alumni FIKOM Univ. Jayabaya Reylando EP
bersama Sandiaga Uno
  Sementara itu, pada seminar yang digelar Kamis (19/5), pembicara yang dihadirkan adalah pengusaha sekaligus bakal calon gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno. Dengan moderator Reylando EP (Ketua Ikatan Alumni FIKOM Universitas Jayabaya Jakarta), Sandi Uno membagikan pengetahuan dan pengalaman hidupnya kepada peserta yang sangat antusias dengan kehadirannya.
   Dalam seminar tersebut, Sandi Uno menjelaskan bagaimana menjadi wirausaha yang kreatif, seperti dengan meningkatkan skill. Karena selain teori, perlu ditingkatkan dengan kegiatan magang yang lebih banyak, karena di kampus lebih banyak memberi teori daripada meningkatkan teori. Selain itu, bergabung dengan himpunan guna mengembangkan portfolio. Yang tak kalah penting adalah mempertahankan nilai akademik. Nilai akademik menjadi prioritas disamping networking dan social.
Sandiaga Uno saat memberikan materi
tentang Creative Entrepeneur
    Sandi Uno juga memaparkan, passion menjadi langkah untuk membangun usaha kreatif. "Buat  business plan, buat jaringan, perluas pertemanan kita dan perluas akademik. Setelah itu, jangan kita tinggal diam, mulai organisasikan diri kita, lalu action. Tanpa ini semua, sia-sia," jelas Sandi Uno. Tidak hanya itu, Sandi Uno juga menjelaskan etos kerja 4 AS, yaitu Kerja Keras, Kerja Cerdas, Kerja Tuntas, dan Kerja Ikhlas.
    Setelah Sandi Uno memberikan materi, para peserta diajak untuk menyaksikan film indie karya mahasiswa FIKOM Jayabaya yang berjudul The Journal. Film yang digarap oleh Muhammad Lutfi Soamole, mahasiswa semester IV, menceritakan tentang seorang extrovert, Fadhil yang bersahabat dengan Sidik, seorang introvert yang tuna wicara. Fadhil yang berkali-kali gagal dalam sidang skripsi akhirnya dapat lulus berkat Sidik, dan sebagai ucapan terima kasih, Fadhil diam-diam membantu mempertemukan Sidik dengan Keziah, gadis yang membuat Sidik terpana saat berkumpul dengan teman-temannya. Dan setelah pemutaran, para pelaku yang terlibat dalam film tersebut tampil ke depan untuk menjelaskan film tersebut (lihat video).



    Antusias para peserta terasa dalam dua seminar tersebut. Namun, acara tersebut belum berakhir. Karena selain dua seminar, digelar juga FAME (Food, Art & Music Entertainment) yang digelar sejak pagi hari. Untuk acara puncak sendiri, masih menunggu rencana kapan akan dimulainya. Jadi, tunggu saja puncak acara FIKOM Days 2016 di Universitas Jayabaya! (*)

GALERI


ANTUSIAS:
Antusiasme peserta tinggi saat seminar Creative Entrepreneur bersama Sandiaga Uno, Kamis (19/5). Panitia sudah mengantisipasi ketersediaan souvenir bagi para peserta, karena pada seminar dokumenter, Rabu (18/5), jumlah peserta yang datang kurang lebih sekitar 100 orang.
KARYA FIKOM:
Film 'The Journal' karya Muhammad Lutfi Soamole diputar pada akhir seminar creative Entrepreneur, Kamis (19/5). Di foto ini, terlihat adegan dimana Fadhil sempat menanyakan keberadaan teman-temannya kepada Peny di sekretariat mahasiswa FIKOM.
BERTANYA:
Salah satu peserta seminar mengajukan pertanyaan kepada Sandiaga Uno, disaksikan moderator Reylando EP dalam seminar Creative Entrepreneur, Kamis (19/5)
PENYERAHAN PLAKAT:
Pembantu Dekan II FIKOM Jayabaya, Ika Yuliasari, ST, SIP, MSi, menyerahkan plakat kepada Sandiaga Uno pada sesi akhir seminar Creative Entrepreneur, Kamis (19/5).







HIBURAN:
Dua pembawa acara tampil membuka FAME (Food, Art, Music & Entertainment) di lobby tengah Gedung Kampus Universitas Jayabaya, Rabu (18/5).