Sabtu, 26 September 2015

Komunikasi Politik

Sebagai ilmu terapan, komunikasi politik bukanlah sebuah hal yang baru. Dalam melakukan kegiatan berpolitik, pasti menggunakan ilmu komunikasi sebagai salah satu alat untuk memengaruhi atau mengajak masyarakat atau menyampaikan janji-janji seorang politisi atau melakukan koalisi politik.

Komunikasi politik sendiri adalah proses komunikasi yang melibatkan pesan dan aktor politik, berkaitan dengan kekuasaan, pemerintahan, maupun mengeluarkan kebijakan pemerintah. Definisi ini juga dapat dipahami sebagai komunikasi antara 'yang memerintah' dan 'yang diperintah'.

Komponen komunikasi politik sendiri sama dengan komunikasi pada umumnya. Yaitu komunikator, pesan, media, komunikan, dan efek.

Beberapa ahli memiliki perbedaan pendapat mengenai komunikasi politik, diantaranya:
Maswardi Rauf berpendapat bahwa komunikasi politik didefinisikan sebagai objek kajian politik karena pesan yang diungkapkan dalam proses memiliki ciri politik. Seperti terkait dengan kekuasaan politik negara, pemerintahan dan juga aktivitas komunikator dalam kedudukan sebagai pelaku politik.
David Swanson & Dan Nimmo berpendapat bahwa komunikasi politik didefinisikan sebagai strategi penggunaan komunikasi untuk memepengaruhi publik, kepercayaan, dan tindakan dalam persoalan politik.
Rusadi Kantaprawira berpendapat bahwa komunikasi politik didefinisikan sebagai penghubungan pemikiran politik yang hidup di dalam masyarakat, baik itu internal golongan, asosiasi, instansi atau sektor kehidupan politik pemerintah, dilihat dari sisi kegunaannya.

Komunikasi politik memiliki ruang lingkup, khususnya bagi komunikator politik. Dijelaskan Leonard W Dob, komunikator politik terdiri atas:
1.) Politikus
Politikus adalah orang yang memeiliki otoritas atau hak untuk berkomunikasi sebagai wakil dari kelompok. Pesan politikus bersifat mengajukan dan melindungi tujuan kepentingan politik.
2.) Komunikator Profesional
Komunikator Profesional adalah orang yang menghubungkan golongan elit dalam organisasi atau komunitas manapun 
dengan khalayak. Contohnya: Jurnalis, Promotor.
3.) Aktivis
Disebut juga sebagai komunikator paruh waktu adalah orang yang cukup 
 banyak terlibat dalam kegiatan politik atau komunikasi politik tetapi tidak menjadikan kegiatanya sebagai kegiatan tetap berpolitik.


Daftar pustaka
Swanson, D. & Nimmo D, 1990. New Directions in Political Communications: A Reseource Book. Thousand Oaks: Sage.
Rochajat, Harun & Sumarno AP, 2006. Komunikasi Politik sebagai Suatu Pengantar. Bandung: CV. Mandar Maju
id.wikipedia.org/wiki/Komunikasi_Politik