Rabu, 26 Oktober 2016

Pilkada DKI Jakarta 2017: Pengundian Nomor Urut Paslon Gubernur Telah Dilangsungkan

JAKARTA – Rapat pleno pengundian nomor urut pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022 telah berlangsung di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, kemarin (25/10) malam.
      Hasil dari pengundian tersebut, pasangan Basuki Tjahja Purnama-Djarot Saiful Hidayat (BADJA) mendapat nomor urut 2, pasangan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni (ASLI) mendapat nomor urut 1, dan pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno (Anies-Sandi) mendapat nomor urut 3.
       Acara yang sedianya dimulai pada pukul 19.00 WIB, baru dilaksanakan pada sekitar pukul 20.00 WIB setelah menunggu kedatangan pasangan Anies-Sandi ke lokasi rapat pleno. Acara tersebut diawali dengan sambutan dari Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) DKI Jakarta, Sumarno, dilanjutkan dengan pengambilan nomor urutan untuk mengambil nomor urut resmi.
     Massa simpatisan pendukung masing-masing pasangan calon, baik yang berada diluar maupun didalam gedung JIExpo tampak bersorak setelah para pasangan calon menunjukkan nomor urut yang akan dipergunakan mulai masa kampanye hingga pemilihan nanti pada 15 Februari 2017 mendatang.
   Massa yang berkumpul sejak sore kemarin memadati JIExpo Kemayoran, Jakarta. Untuk pengamanan sendiri, sebanyak 1400 personel disiagakan guna mengamankan acara tersebut.

   Sesuai jadwal, setelah pengundian nomor urut, ketiga pasangan calon tersebut akan mulai berkampanye pada 28 Oktober. (*)

Untuk keperluan tugas

Senin, 24 Oktober 2016

Normalisasi Kali Cakung Drain untuk Atasi Banjir

Jalan Inspeksi Cakung Drain saat normalisasi, Senin (24/10)
JAKARTA--Ada pemandangan yang tidak biasa pada Minggu (23/10) pagi. Beberapa alat berat mulai berjejer di sepanjang jalan, material-material proyek berupa beton jenis sheet pile tertata rapi, bahkan banyak diantaranya yang sudah dipasang rapi di sepanjang tepian.
     Ini merupakan proyek normalisasi Kali Cakung Drain yang berlokasi di Cilincing, Jakarta Utara. Proyek tersebut merupakan salah satu bagian dari proyek normalisasi kali di DKI Jakarta. Tujuannya, sudah pasti untuk mengatasi banjir, terutama di Jakarta Utara. Selain dilakukan pembuatan tepian dengan sheet pile, Jalan Inspeksi Cakung Drain--yang menghubungkan Cilincing dengan Cakung sebagai jalan tembus--akan diperlebar. Untuk itu, bangunan-bangunan liar yang berdiri di sepanjang bantaran kali dibongkar guna memperlebar jalan.
     Kali Cakung Drain, sebelum dilakukan normalisasi tersebut, kondisinya sangat memprihatinkan. Banyak sampah-sampah yang menumpuk dan bercampur dengan lumpur, sehingga membuat luas kali menjadi dangkal dan menyempit, bahkan sampai membentuk daratan utuh dari sisi kali hingga hampir bagian tengah kali. Selain itu, banyaknya bangunan liar yang berdiri di sekitar bantaran kali menambah kesan kumuh kali tersebut.
      Imbas dari pendangkalan kali tersebut, kapal nelayan yang setiap harinya melewati kali ini untuk menuju laut terhambat karena harus berbagi arus kapal nelayan satu dengan kapal nelayan lain. "Kalau malam tidak ada penerangan. Kalau tidak hati-hati, kapal bisa menabrak tumpukan sampah yang membentuk daratan," ujar salah seorang nelayan, Kasman (39), seperti dikutip beritajakarta.com, Rabu (5/8).
       Pantauan pada Senin (24/10) pagi, proyek tersebut saat ini masih berjalan. Tentu, diharapkan proyek tersebut selain dapat mengatasi banjir, Jalan Inspeksi Cakung yang selama ini penuh dengan bangunan liar di kedua sisi jalan tersebut, akan tampak cantik bila telah rampung. Semoga. (*)

Untuk keperluan tugas.