Senin, 21 Desember 2015

Penamaan Islandia

Tahukah anda tentang sistem penamaan keturunan satu keluarga di Islandia?


Di Islandia, sistem penamaan ini berbeda dari negara-negara lainnya. Penamaan tersebut menganut sistem patronimik pada umumnya, yang mana nama tersebut mencerminkan kepada ayah kandung (sama seperti bin atau binti dalam Islam). Hingga sekarang, Islandia terus menggunakan sistem penamaan tradisional mereka, yang sebelumnya digunakan oleh bangsa-bangsa Nordic.



Nama keluarganya yang belum pernah digunakan sebelumnya di Islandia, harus mendapat persetujuan terlebih dahulu oleh lembaga yang khusus menangani masalah penamaan yang disebut Mannanafnanefnd (Komite Penamaan Islandia). Syarat agar nama tersebut disetujui adalah bisa atau tidak bisakah nama tersebut dengan mudah dimasukkan dalam Bahasa Islandia, dan dengan berbagai pengecualian, mereka harus berisi huruf yang hanya terdapat dalam alfabet Islandia, termasuk þ (dibaca thorn) dan ð (dibaca eth).



Bagaimana cara pemberiannya?

Misalkan ada seorang ayah bernama Gunnar Gunlaugsson. Ia memiliki dua anak, Bjork dan Silja. Nama terakhir mereka berdua tidak dinamai Gunlaugsson seperti ayahnya, tetapi dinamai berdasarkan ayah kandungnya (rumusnya: nama depan + nama ayah kandung-son/dottir). Seperti Bjork Gunnarsson, bermakna bahwa Bjork adalah anak dari Gunnar Gunlaugsson. Begitu juga untuk perempuan, Silja Gunnarsdottir juga memiliki makna bahwa Silja adalah anak dari Gunnar Gunlaugsson.


Secara diagram, digambarkan sebagai berikut:








Selain itu, ada juga variasi penamaan lainnya. Seperti contoh dibawah ini:

Ragnar Bryndisarson (Ragnar adalah anak dari Bryndis),
Olafur Helguson (Olafur adalah anak dari Helga), dan
Roland Thorsteinsson Sigfusson (Roland adalah anak dari Thorstein dan Sigfus).


Sumber: en.wikipedia.org