Dalam
melakukan suatu kegiatan berpolitik, pasti akan memerlukan seorang komunikator
politik yang dapat memengaruhi komunikan politiknya. Lalu, apakah
sebenarnya komunikator politik itu?
Komunikator
Politik adalah seseorang/sekelompok orang yang menyampaikan pesan politik. Biasanya
terkait dengan kekuasaan, kebijakan, aturan, atau kewenangan pemerintah yang
bertujuan mempengaruhi khalayak, baik secara verbal maupun non-verbal.
Soal
komunikator politik sendiri, Dan Nimmo (1989) mengklasifikasikannya dibawah
ini:
1.) Politisi,
merupakan orang yang bercita-cita untuk dan/atau memegang jabatan pemerintah,
tak peduli apakah mereka dipilih atau ditunjuk, atau pejabat karir, dan tidak
mengindahkan apakah jabatan itu merupakan eksekutif, yudikatif atau legislatif.
Daniel Katz membagi tipe politisi dalam dua tipe:
- Politisi ideolog, merupakan orang yang dalam proses berpolitiknya lebih memperjuangkan kepentingan bersama.
- Politisi partisan, merupakan orang yang dalam proses berpolitiknya lebih memperjuangkan kepentingan partainya.
2.) Profesional,
merupakan orang yang menjadikan komunikasi sebagai mata pencaharian. Hal ini karena keahliannya dalam berkomunikasi
terasah dengan baik dan sering dicari orang untuk membantu melakukan
komunikasi politik. Yang dimaksud komunikator profesional adalah:
- Wartawan, merupakan komunikator profesional yang bekerja melaporkan berita di media massa. Secara khas, wartawan merupakan karyawan organisasi pers yang dapat menghubungkan sumber berita dengan khalayak, termasuk mengatur politisi untuk berbicara satu sama lain, menghubungkan politisi dengan khalayak umum, dan lainnya.
- Promotor, merupakan seseorang yang dibayar untuk mengajukan kepentingan langganan tertentu. Yang termasuk promotor adalah orang yang berprofesi sebagai agen publisitas tokoh masyarakat penting, staf humas (baik di lingkungan Pemerintah maupun Perusahaan Swasta), juru kampanye, dan lainnya. Mereka bekerja untuk kepentingan kandidat politik dan tokoh masyarakat lain.
- Aktivis, merupakan komunikator politik yang paling utama. Aktivis bertindak sebagai saluran organisasional dan interpersonal. Aktivis ini biasanya bukan professional dalam komunikasi, namun cukup terlibat dalam perpolitikan dan komunikasi politiknya semi-profesional.
3.) Pemuka
pendapat (opinion leader), merupakan orang yang mewakili masyarakat dalam
menerima dan menyeleksi pesan politik untuk disampaikan kembali kepada
masyarakat. Pemuka pendapat memiliki peran dalam masyarakat, yaitu mempengaruhi
keputusan orang lain, meyakinkan orang lain kepada cara berpikir mereka, dan
meneruskan informasi politik dari media ke masyarakat. Orang-orang yang
dianggap sebagai pemuka pendapat adalah:
- Tokoh masyarakat: tokoh-tokoh yang dihormati dan disegani warga dilihat dari usia, kedudukan sosial, dan pengalaman. Misalnya: Guru, Ketua RT, Pensiunan polisi/TNI/guru/PNS.
- Tokoh adat: tokoh-tokoh yang dihormati dalam lingkungan adat karena memiliki kedudukan istimewa.
- Tokoh agama: tokoh-tokoh yang dihormati dan disegani masyarakat karena keahliannya dalam hal agama. Misalnya: Ustadz/Kiai dan Pendeta.
- Keluarga/Orang Tua: Yang tidak kalah pentingnya adalah keluarga/orang tua sebagai pemuka pendapat. Mereka dihormati karena hubungan keluarga yang erat, baik dilihat dari usia, atau kedudukannya.
Komunikator
politik memiliki empat komponen efektivitas, yaitu kredibilitas, daya tarik,
kesamaan dan kekuatan (Power).
- Kredibilitas, merupakan sumber yang mengacu pada sejauh mana seorang narasumber dipandang memiliki keahlian dan kepercayaan.
- Daya tarik. Hal ini bisa terjadi karena penampilan fisik, gaya bicara, sifat secara pribadi, keakraban, kinerja, keterampilan berkomunikasi dan perilaku.
- Kesamaan. Sumber yang disukai oleh audience bisa jadi karena sumber tersebut memiliki kesamaan dalam hal kebutuhan, harapan dan persamaan.
- Kekuatan (power). Sumber yang memiliki kekuatan akan lebih efektif dalam penyampaian pesan dan penerimanya.